Tentang BKSDA Kaltim

A. Kedudukan

Unit Pelaksana Teknis Konservasi Sumber Daya Alam merupakan unit pengelola konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem

B. Tujuan

Adapun tujuan yang ingin dicapai oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Timur adalah “Mendukung Upaya Peningkatan Kesejahteraan dan Mutu Kehidupan”.

C. Sasaran Strategis

Sasaran strategis Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Timur adalah :

1. Memanfaatkan potensi SDH dan LH secara lestari untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan; serta

2. Melestarikan keseimbangan ekosistem dan keanekaragaman hayati serta keberadaan SDA sebagai sistem penyangga kehidupan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

D. Tugas Pokok dan Fungsi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur

Sebagai Unit Pelaksana Teknis Konservasi Sumber Daya Alam, Tugas Pokok Balai KSDA adalah penyelenggaraan konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya di cagar alam, suaka margasatwa, taman wisata alam dan taman buru serta koordinasi teknis pengelolaan taman hutan raya dan kawasan ekosistem esensial berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dalam melaksanakan tugas tersebut, BKSDA Kalimantan Timur menyelenggarakan  fungsi-fungsi sebagai berikut :

1. inventarisasi potensi, penataan kawasan dan penyusunan rencana pengelolaan cagar alam, suaka margasatwa, taman wisata alam dan taman buru;

2. pelaksanaan perlindungan dan pengamanan cagar alam, suaka margasatwa, taman wisata alam, taman buru;

3. pengendalian dampak kerusakan sumber daya alam hayati;

4. pengendalian kebakaran hutan di cagar alam, suaka margasatwa, taman wisata alam dan taman buru;

5. pengelolaan jenis tumbuhan dan satwa liar beserta habitatnya serta sumberdaya genetik dan pengetahuan tradisional;

6. pengembangan dan pemanfaatan jasa lingkungan;

7. evaluasi kesesuaian fungsi, pemulihan ekosistem dan penutupan kawasan;

8. penyiapan pembentukan dan operasionalisasi Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi (KPHK);

9. penyediaan data dan informasi, promosi dan pemasaran konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya;

10. pengembangan kerjasama dan kemitraan bidang konservasi sumberdaya alam dan ekosistemnya;

11. pengawasan dan pengendalian peredaran tumbuhan dan satwa liar;

12. koordinasi teknis penetapan koridor hidupan liar;

13. koordinasi teknis pengelolaan taman hutan raya dan kawasan ekosistem esensial;

14. pengembangan bina cinta alam serta penyuluhan konservasi sumberdaya alam dan ekosistemnya;

15. pemberdayaan masyarakat di dalam dan sekitar kawasan konservasi;

16. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga serta kehumasan.