Struktur Organisasi

Balai KSDA Kalimantan Timur merupakan salah satu UPT Konservasi Sumber Daya Alam yang dibawahi oleh Direktorat Jenderal KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Direktorat KSDAE adalah direktorat yang bertugas menyelenggarakan pelaksaan kebijakan di bidang konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya. Dalam menyelenggarakan upaya konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya, Direktorat KSDAE antara lain menjalankan mandat pelaksanaan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, Undang-undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta beberapa konvensi internasional yang telah diratifikasi oleh Pemerintah Republik indonesia

Balai KSDA Kalimantan Timur merupakan Organisasi Balai dengan Tipe A yang dipimpin oleh pejabat setingkat eselon III. Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, Balai KSDA Kaltim dipimpin oleh seorang Kepala Balai dan secara struktural terdiri dari :

1. Sub Bagian Tata Usaha;

2. Seksi Konservasi Wilayah I Berau, dengan wilayah kerja; Kabupaten Berau, Bulungan, Kota Tarakan, Nunukan, Malinau dan Tanah Tidung;

3. Seksi Konservasi Wilayah II Tenggarong, dengan wilayah kerja; Kabupaten Kutai Kertanegara, Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Kutai Timur, Kota Bontang, dan Kota Samarinda;

4. Seksi Konservasi Wilayah III Balikpapan, dengan wilayah kerja; Kabupaten Panajam Paser Utara, Kabupaten Paser, dan Kota Balikpapan;

5. Kelompok Jabatan Fungsional.

Tugas pokok masing-masing struktur organisasi Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kaltim adalah sebagai berikut :

1. Sub Bagian Tata Usaha, mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan, ketatalaksanaan, kepegawaian, keuangan, perlengkapan, kearsipan, rumah tangga, perencanaan, kerjasama, data, pemantauan dan evaluasi, pelaporan serta kehumasan.

2. Seksi Konservasi Wilayah I Berau, Seksi Konservasi Wilayah II Tenggarong dan Seksi Wilayah III Balikpapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan kawasan konservasi, pengamanan dan pengendalian kebakaran hutan, perlindungan dan pengamanan kawasan, pemberantasan penebangan dan peredaran kayu, pengendalian pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar, melaksanakan kegiatan pengembangan dan pemanfaatan jasa lingkungan dan wisata alam, penyuluhan, bina cinta alam dan pemberdayaan masyarakat.

3. Kelompok Jabatan Fungsional lingkup Balai KSDA Kaltim terdiri dari jabatan fungsional Pengendali Ekosistem Hutan, Polisi Kehutanan, Penyuluh Kehutanan dan Pengelola Pengadaan Barang/Jasa yang mempunyai tugas, fungsi, dan jenjang yang diatur oleh peraturan perundangan yang berlaku.

Struktur organisasi dan tata kerja Balai KSDA Kaltim sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : P.8/Menlhk/Setjen/OTL.0/1/2016 tanggal 29 Januari 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Konservasi Sumber Daya Alam disajikan dalam Gambar 1, sebagai berikut :